Minggu, 06 April 2014

Kendalikan Kebisingan Selamatkan Pendengaran


Kendalikan Kebisingan Selamatkan Pendengaran
---
B
erisik dan bising itu emang mengganggu apalgi di saat kita butuh konsentrasi yang tinggi untuk mengerjakan sesuatu. Selain membuat kita tidak nyaman ternyata kebisingan atau suara-suara yang tidak dikehendaki bisa menimbulkan gangguan berupa kerusakan pada indra pendengaran.  Sebenarnya bagaimana proses telinga atau indera pendengaran kita itu bisa mendengar suara atau bunyi?
Suara yang ditangkap oleh daun telinga mengalir melalui saluran telinga ke gendang telinga. Gendang telinga adalah selaput tipis yang dilapisi oleh kulit, yang memisahkan telinga tengah dengan telinga luar. Getaran suara yang dihantarkan dari tulang pendengaran di telinga tengah ke jendela oval di telinga dalam menyebabkan bergetarnya cairan dan sel rambut. Sel rambut yang berbeda memberikan respon terhadap frekuensi suara yang berbeda dan merubahnya menjadi gelombang saraf. Gelombang saraf ini lalu berjalan di sepanjang serat-serat saraf pendengaran yang akan membawanya ke otak. Getaran dari gendang telinga diperkuat secara mekanik oleh tulang-tulang tersebut dan dihantarkan ke jendela oval.

Batas frekuensi bunyi yang dapat didengar oleh telinga manusia kira-kira dari 20 Hz sampai 20.000 Hz pada amplitudo umum dengan berbagai variasi dalam kurva responsnya. Suara yang sangat keras menyebabkan kerusakan pada sel rambut, karena sel rambut yang rusak tidak dapat tumbuh lagi maka bisa terjadi kerusakan sel rambut progresif dan berkurangnya pendengaran

Jenis Kebisingan
1. Bising kontinu (terus menerus) seperti suara mesin, kipas angin, dll.
2. Bising intermitten (terputus putus) yang terjadi tidak terus menerus seperti suara lalu lintas, suara pesawat terbang
3, Bising Impulsif yang memiliki perubahan tekanan suara melebihi 40 dB dalam waktu yang cepat sehingga mengejutkan pendengarnya seperti suara senapan, mercon, dll
4. Bising impulsif berulang yang terjadi secara berulang-ulang pada periode yang sama seperti suara mesin tempa.
“NAB kebisingan 85 dB secara terus menerus”




Pengaruh Kebisingan terhadap tenaga kerja
a)    Gangguan fisiologis
Gangguan dapat berupa peningkatan tekanan darah, nadi dan dapat menyebabkan pucat dan gangguan sensoris
b)    Gangguan psikologis
Gannguan psikologis berupa rasa tidak nyaman, kurang konsentrasi, emosi dll
c)    Gangguan komunikasi
Gangguan komunikasi dapat menyebabkan terganggunya pekerjaan, bahkan bisa berakibat kepada kecelakaan karena tidak dapat mendengar isyarat ataupun tanda bahaya.
d)    Gangguan pada pendengaran (Ketulian)
Merupakan gangguan yang paling serius karena pengaruhnya dapat menyebabkan berkurangnya fungsi pendengaran. Gannguan pendengaran ini bersifat progresif tapi apabila tidak dilakendalikan dapat menyebabkan ketulian permanen.

Pengendalian  kebisingan
1. Pencegahan dimulai saat design
2. Bising dipisahkan dengan lingkungan kerja yang
    memerlukan suasana mental skill
3. Bising  dihambat (Sumber, Tranmisi, Penerima)
4. Proteksi tutup telinga/ear plug,  dapat menekan bising 20 - 40 dB
5. VIBRASI  ditekan dengan Re-silent material
6. Segala usaha  gagal harus pakai APD

Adakah cara pencegahannya?
Pemakaian Alat pelindung pendengaran adalah upaya terakhir dalam upaya pencegahan gangguan pendengaran, ada 2 jenis :
1. Ear plug / sumbat telinga
2. Ear muff / tutup telinga

Faktor yang perlu diperhatikan dalam pemilihan Alat Pelindung Pendengaran

1. Dapat melindungi pekerja dari kebisingan
2. Nyaman diapakai dan efisien
3. Cocok dengan Alat Pelindung diri yang lainnya misal helm dan kacamata
3. Masih bisa berkomunikasi ketika digunakan, karena jika berlebihan dapat menimbulkan bahaya lainnya misal tidak dapat mendengar isyarat atau sirene tanda bahaya.


sekian...semoga informasi ini bermanfaat untuk kita semua J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar