Kendalikan Kebisingan
Selamatkan Pendengaran
|
B
|
Suara yang ditangkap oleh daun telinga
mengalir melalui saluran telinga ke gendang telinga. Gendang telinga adalah
selaput tipis yang dilapisi oleh kulit, yang memisahkan telinga tengah dengan
telinga luar. Getaran suara yang dihantarkan dari tulang pendengaran di telinga
tengah ke jendela oval di telinga dalam menyebabkan bergetarnya cairan dan sel
rambut. Sel rambut yang berbeda memberikan respon terhadap frekuensi suara yang
berbeda dan merubahnya menjadi gelombang saraf. Gelombang saraf ini lalu
berjalan di sepanjang serat-serat saraf pendengaran yang akan membawanya ke
otak. Getaran dari gendang telinga diperkuat secara mekanik oleh tulang-tulang
tersebut dan dihantarkan ke jendela oval.
Batas frekuensi bunyi yang dapat didengar oleh telinga manusia
kira-kira dari 20 Hz sampai 20.000 Hz pada amplitudo umum dengan berbagai variasi
dalam kurva responsnya. Suara yang sangat keras menyebabkan kerusakan pada sel
rambut, karena sel rambut yang rusak tidak dapat tumbuh lagi maka bisa terjadi
kerusakan sel rambut progresif dan berkurangnya pendengaran
Jenis Kebisingan
1. Bising kontinu (terus menerus) seperti suara mesin, kipas angin, dll.
2. Bising intermitten (terputus putus) yang terjadi tidak terus menerus seperti suara lalu lintas, suara pesawat terbang
3, Bising Impulsif yang memiliki perubahan tekanan suara melebihi 40 dB dalam waktu yang cepat sehingga mengejutkan pendengarnya seperti suara senapan, mercon, dll
4. Bising impulsif berulang yang terjadi secara berulang-ulang pada periode yang sama seperti suara mesin tempa.
1. Bising kontinu (terus menerus) seperti suara mesin, kipas angin, dll.
2. Bising intermitten (terputus putus) yang terjadi tidak terus menerus seperti suara lalu lintas, suara pesawat terbang
3, Bising Impulsif yang memiliki perubahan tekanan suara melebihi 40 dB dalam waktu yang cepat sehingga mengejutkan pendengarnya seperti suara senapan, mercon, dll
4. Bising impulsif berulang yang terjadi secara berulang-ulang pada periode yang sama seperti suara mesin tempa.
“NAB kebisingan 85 dB secara terus menerus”
Pengaruh Kebisingan terhadap tenaga kerja
a) Gangguan fisiologis
Gangguan dapat berupa peningkatan tekanan darah, nadi dan dapat menyebabkan pucat dan gangguan sensoris
Gangguan dapat berupa peningkatan tekanan darah, nadi dan dapat menyebabkan pucat dan gangguan sensoris
b) Gangguan psikologis
Gannguan psikologis berupa rasa tidak nyaman, kurang konsentrasi, emosi dll
Gannguan psikologis berupa rasa tidak nyaman, kurang konsentrasi, emosi dll
c) Gangguan komunikasi
Gangguan komunikasi dapat menyebabkan terganggunya pekerjaan, bahkan bisa berakibat kepada kecelakaan karena tidak dapat mendengar isyarat ataupun tanda bahaya.
Gangguan komunikasi dapat menyebabkan terganggunya pekerjaan, bahkan bisa berakibat kepada kecelakaan karena tidak dapat mendengar isyarat ataupun tanda bahaya.
d) Gangguan pada pendengaran (Ketulian)
Merupakan gangguan yang paling serius karena pengaruhnya dapat menyebabkan berkurangnya fungsi pendengaran. Gannguan pendengaran ini bersifat progresif tapi apabila tidak dilakendalikan dapat menyebabkan ketulian permanen.
Merupakan gangguan yang paling serius karena pengaruhnya dapat menyebabkan berkurangnya fungsi pendengaran. Gannguan pendengaran ini bersifat progresif tapi apabila tidak dilakendalikan dapat menyebabkan ketulian permanen.
Pengendalian
kebisingan
1. Pencegahan
dimulai saat design
2. Bising dipisahkan dengan lingkungan kerja yang
memerlukan suasana mental skill
memerlukan suasana mental skill
3. Bising
dihambat (Sumber, Tranmisi, Penerima)
4. Proteksi tutup telinga/ear plug, dapat menekan bising 20 - 40 dB
5. VIBRASI ditekan dengan
Re-silent material
6. Segala usaha
gagal harus pakai APD
Adakah cara pencegahannya?
Pemakaian Alat pelindung pendengaran adalah upaya terakhir
dalam upaya pencegahan gangguan pendengaran, ada 2 jenis :
1. Ear plug / sumbat telinga
2. Ear muff / tutup telinga
1. Ear plug / sumbat telinga
2. Ear muff / tutup telinga
Faktor yang perlu diperhatikan
dalam pemilihan Alat Pelindung Pendengaran
1. Dapat melindungi pekerja dari kebisingan
2. Nyaman diapakai dan efisien
3. Cocok dengan Alat Pelindung diri yang lainnya misal helm dan kacamata
3. Masih bisa berkomunikasi ketika digunakan, karena jika berlebihan dapat menimbulkan bahaya lainnya misal tidak dapat mendengar isyarat atau sirene tanda bahaya.
sekian...semoga
informasi ini bermanfaat untuk kita semua J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar